<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Infest Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://infest.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://infest.or.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 16:55:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ringkasan Artikel Pusat Sumberdaya Buruh Migran Juli-Agustus 2010</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/09/04/ringkasan-artikel-pusat-sumberdaya-buruh-migran-juli-agustus-2010/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/09/04/ringkasan-artikel-pusat-sumberdaya-buruh-migran-juli-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 16:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[infest]]></category>
		<category><![CDATA[infest dan program buruh migran]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan informasi untuk buruh migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Juli-Agustus 2010 pusat sumberdaya buruh migran menghimpun beberapa artikel pada portal http://buruhmigran.or id. Artikel  tersebut diproduksi oleh redaksi dan juga berasal daari berbagai kontributor jaringan di 10 kota di Indonesia.
Pusat Sumberdaya Buruh Migran adalah pusat pengelolaan, pendidikan  dan advokasi yang bertujuan untuk memberikan dukungan pelayanan  pengelolaan informasi dan advokasi kepada buruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_209" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/09/Gambar-Layar1.png"><img class="size-thumbnail wp-image-209" title="Gambar-Layar" src="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/09/Gambar-Layar1-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pusat Sumberdaya Buruh Migran</p></div>
<p>Pada bulan Juli-Agustus 2010 pusat sumberdaya buruh migran menghimpun beberapa artikel pada portal <a href="http://buruhmigran.or/" target="_blank">http://buruhmigran.or</a> id. Artikel  tersebut diproduksi oleh redaksi dan juga berasal daari berbagai kontributor jaringan di 10 kota di Indonesia.</p>
<p>Pusat Sumberdaya Buruh Migran adalah pusat pengelolaan, pendidikan  dan advokasi yang bertujuan untuk memberikan dukungan pelayanan  pengelolaan informasi dan advokasi kepada buruh migran dan keluarga  buruh migran, maupun mantan dan calon buruh migran. Melalui media ini  diharapkan buruh migran dapat meiliki sumber acuan pengetahuan yang  akurat mengenai pelbagai proses terkait dengan migrasi untuk memperkecil  kemungkinan terjadinya pelanggaran atas hak-hak buruh migran.</p>
<p>Kami mengundang partisipasi Anda untuk ikut terlibat dalam proses  produksi dan pengelolaan informasi untuk mendorong perbaikan pada  penanganan dan perlindungan buruh migran Indonesia.</p>
<p>Pada edisi bulan ini, beberapa artikel yang terunggah, antara lain:</p>
<p><strong>1. Aman Mengirim Uang ke luar negeri</strong><br />
TKI yang hendak mengirimkan uang ke tanah air harus berhati-hati untuk  memilih perusahaan jasa pengiriman uang. Pasalnya tidak semua  penyelenggara jasa kegiatan usaha pengiriman uang (KUPU) tidak memiliki  izin resmi dari pemerintah. Bank Indonesia (BI) pihak yang berwenang  dalam hal ini, menemukan sekitar 60 penyelenggara KUPU non-bank tidak  mengantongi izin resmi.<br />
Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/panduan/tahun/2010/bulan/08/tanggal/30/1138/aman-mengirim-uang-dari-luar-negeri.html" target="_blank"> Aman  Mengirim Uang dari Luar Negeri</a></p>
<p><strong>2. Membuat Paspor Secara Mandiri</strong><br />
Membuat paspor sendiri sebenarnya sangat mudah. Tentunya ada beberapa hal  yang perlu anda ketahui sebelumnya. Akan kami berikan langkah-langkah  yang  di tempuh dan apa saja yang diperlukan saat membuat paspor,  berdasarkan pengalaman  kami pribadi. Selanjutnya, perhatikan  langkah-langkah berikut ini..<br />
Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/panduan/tahun/2010/bulan/08/tanggal/29/1129/membuat-paspor-secara-mandiri.html" target="_blank"> Membuat  Paspor Secara Mandiri</a></p>
<p><strong>3. Carut Marut Buruh Migran Potret Dunia Perburuhan di Indonesia</strong><br />
Banyaknya permasalahan yang dialami oleh buruh migran merupakan  cermin dunia perburuhan di Indonesia. Hingga kini, buruh ditempatkan  dalam posisi yang terpinggirkan, termasuk dalam kegiatan negosiasi  dengan perusahaan. Hingga kini, kebijakan yang diambil pemerintah untuk menangani  persoalan buruh belum serius, misalnya dalam urusan peningkatan mutu  sumber daya manusia buruh. Pasokan tenaga kerja Indonesia didominasi  oleh lulusan sekolah dasar ke bawah, yaitu sebesar 57,44 juta atau 49,52  prosen. Ironisnya, sumber daya yang dimiliki oleh unit-unit pelaksana  teknis balai latihan kerja terbengkalai dan tidak terurus.<br />
Selengkapnya <a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/08/tanggal/27/1112/carut-marut-buruh-migran-potret-dunia-perburuhan-di-indonesia.html" target="_blank">Carut  Marut Buruh Migran Potret Dunia Perburuhan di Indonesia</a><br />
<strong><br />
4. Benarkah Tuti Bunuh Diri</strong><br />
Tuti Sulastri (29), TKW asal Desa Gandrungmangu, Kecamatan  Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, yang meninggal di Singapura, Jum’at  ini (30/07/2010) dikebumikan di Pemakaman Ciawitali, Gandrungmangu. Tuti  yang berangkat menjadi TKW 6 bulan lalu, ditetapkan Rumah Sakit  Singapura meninggal karena bunuh diri pada Minggu (25/07/2010).<br />
Selengkapnya Klik<a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/07/tanggal/31/1006/benarkah-tuti-bunuh-diri.html" target="_blank"> Benarkah Tuti Bunuh Diri</a><br />
<strong><br />
5. Buruh Migran Ikut JMR 2010</strong><br />
Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSD-BM) terlibat  dalam kegiatan Jagongan Media Rakyat (JMR) bersama 43 lembaga lainnya  di Yogyakarta, 22-25 Juli 2010. JMR merupakan kegiatan pertukaran  gagasan dan informasi antarlembaga yang bergelut di dunia media massa.<br />
Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/laporan/tahun/2010/bulan/07/tanggal/26/997/buruh-migran-ikut-jmr-2010.html" target="_blank">Buruh Migran Ikut JMR 2010</a><br />
<strong><br />
6. Seruni: Kampanye Buruh Migran di Yogyakarta</strong><br />
Rombongan Kelompok Peduli Buruh Migran, Seruni  Banyumas telah tiba di Yogyakarta, Rabu sore (21/7/2010). Rombongan  Seruni dipimpin langsung oleh Ketua Seruni, Lily Purwani (32), bersama  dengan Aditya Megantara, Vina, dan Yanti. Seruni merupakan kelompok yang  beranggota warga mantan buruh migran di Kecamatan Sumbang, Kabupaten  Banyumas.</p>
<p>Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/07/tanggal/21/989/seruni-kampanye-isu-buruh-migran-di-yogyakarta.html" target="_blank"> Seruni, Kampanye Isu Buruh Migran di Yogyakarta</a><br />
<strong><br />
7. Mengelola Informasi, Membela Buruh Migran</strong></p>
<div>
<p>Kegiatan Jagongan Media Rakyat pada 22-25 Juli  2010 akan ikut dimeriahkan oleh  pegiat Pusat Teknologi Komunitas (PTK)  dari jaringan Rumah Internet  untuk TKI (Mahnettik) dan infest  Yogyakarta selaku pengembang dan  pengelola pusat sumberdaya online  (<a href="http://buruhmigran.or.id/" target="_blank">http://buruhmigran.or.id</a>).</p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/agenda/tahun/2010/bulan/07/tanggal/15/1027/diskusi-mengelola-informasi-membela-buruh-migran.html" target="_blank">Mengelola Informasi, Membela Buruh Migran</a></p>
</div>
<p><strong>8. Pemerintah tidak Serius Tangani Buruh Migran<br />
</strong>Isu buruh migran selalu menjadi fokus kampanye  para aktor politik menjelang pagelaran perhelatan politik. Selepas itu  buruh migran akan kembali menjadi cerita sunyi. Dilupakan, atau tidak  diingat kembali. Berita yang terdengar hanya soal kekerasan. Selebihnya  pembiaran yang dilakukan negara atas orang-orang yang disebut-sebut  pahlawan devisa ini.</p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/kajian/tahun/2010/bulan/07/tanggal/15/974/pemerintah-tidak-serius-tangani-buruh-migran.html" target="_blank">Pemerintah Tidak Serius Tangani Buruh Migran</a><br />
<strong><br />
9. Mengenal Istilah Perdagangan Manusia</strong><br />
Perdagangan manusia (trafficking) mungkin sering  diketemukan di berbagai sumber informasi. Meski demikian, pengertian  dasar istilah ini masih kerap disalahpahami atau belum dimengerti dengan  baik. Terkait dengan buruh migran, istilah ini pelu diketahui secara  jelas agar buruh migran dapat memahami apakah perlakuan yang diterima  dari perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia (PJTKI) [...]<br />
Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/konsultasi/tahun/2010/bulan/07/tanggal/14/960/mengenal-istilah-perdagangan-manusia-trafficking.html" target="_blank">Mengenal Istilah Perdagangan Manusia (Trafficking)</a><br />
<strong><br />
10. Kerja Ratifikasi Protokol Internasional Masih Ompong</strong><br />
Pemerintah Indonesia telah meratifikasi sejumlah  protokol internasional yang terkait dengan diskriminasi, seperti  Konvensi untuk Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan  dan berbagai Konvensi ILO. Ironisnya, penerapan kebijakan masih  mengandung semangat diskriminasi bahkan kebijakan penempatan buruh  migran sudah mengarah pada kebijakan perdagangan manusia.</p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/07/tanggal/12/955/kerja-ratifikasi-protokol-internasional-masih-ompong.html" target="_blank">Kerja Ratifikasi Protokol Internasional Masih Ompong</a><br />
<strong><br />
11. Pemerintah Jangan Abaikan Persoalan Buruh Migran</strong><br />
Persoalan buruh migran telah menjadi bahan  perbincangan forum-forum internasional. Masyarakat internasional  menganggap buruh migran sebagai entitas sosial yang dalam sejarah  kemanusian senantiasa menghadapi tantangan rasialisme, perbudakan,  diskriminasi dan bentuk-bentuk tindakan intoleransi lainnya.</p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/07/tanggal/12/948/pemerintah-abaikan-masalah-buruh-migran.html" target="_blank">Pemerintah Jangan Abaikan Masalah Buruh Migran</a><br />
<strong><br />
12. Asian Foundation Dukung Pengembangan Ekonomi Mikro Buruh Migran</strong><br />
Asean Foundation mendukung pengembangan ekonomi  usaha kecil (mikro) lewat pelatihan keterampilan komputer. Jenis  keterampilan yang diberikan mendukung para wiraswastawan usaha kecil  bisa mengembangkan usahanya dengan cara manajemen modern.<br />
Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/07/tanggal/05/981/asean-foundation-dukung-pengembangan-ekonomi-mikro-buruh-migran.html" target="_blank"> Asean Foundation Dukung Pengembangan Ekonomi Mikro Buruh Migran</a><br />
<strong><br />
13. Seruni Kembangkan Kerajinan Kain Flanel</strong><br />
Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan  (Seruni) kembangkan seni kerajinan kain flanel. Aneka pernak-pernik  tercipta dari kelincahan anggota-anggota Seruni yang semuanya adalah  bekas buruh migran.<br />
Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/produk/tahun/2010/bulan/07/tanggal/05/916/seruni-kembangkan-kerajinan-kain-flanel.html" target="_blank"> Seruni Kembangkan Kerajinan Kain Flanel</a></p>
<p><strong><br />
14. Seruni Berdayakan Buruh Migran Melalui Pemberdayaan Ekonomi</strong></p>
<div>
<p>Paguyuban Seruni di Banyumas memberdayakan para  buruh migran lewat kegiatan perekonomian. Buruh migran dilatih membuat  ketrampilan tangan seperti pemanfaatan kardus, serabut gergaji, daun  duku, pelepah pisang, dan lainnya menjadi kerajinan yang cantik.</p>
<p>Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/inspirasi/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/813/seruni-berdayakan-buruh-migran-melalui-pemberdayaan-ekonomi.html" target="_blank"> Seruni Berdayakan Buruh Migran Melalui Pemberdayaan Ekonomi</a></p>
</div>
<p><strong>15. Seruni Tangani 13 Kasus Buruh Migran</strong><br />
Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan  (Seruni) Banyumas selama 2010 menangani 13 kasus yang dialami oleh buruh  migran di Banyumas. Kasus-kasus itu tersebar di 5 kecamatan, yaitu  Kecamatan Baturaden, Cilongok, Kembaran, Sokaraja, dan Sumbang.</p>
<p>Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/berita/tahun/2010/bulan/07/tanggal/03/806/seruni-tangani-13-kasus-buruh-migran.html" target="_blank"> Seruni Tangani 13 Kasus Buruh Migran</a><br />
<strong><br />
16. Cara Bermigrasi yang Aman</strong><br />
Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah  salah satu alternatif untuk memperoleh pengasilan ketika sudah tak  tersedia lagi lapangan pekerjaan di negeri sendiri. Bahkan menjadi TKI  dapat mengasilkan uang yang berlebih karena nilai tukar mata uang asing  lebih unggul dibanding Rupiah. Untuk menjadi TKI, bisa melalui  perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang dikelola oleh  pemerintah [...]</p>
<p>Selengkapnya klik<a href="http://buruhmigran.or.id/panduan/tahun/2010/bulan/08/tanggal/23/1087/cara-bermigrasi-yang-aman.html" target="_blank"> Cara Bermigrasi yang Aman</a></p>
<p><strong>17. Pesan Instan Alat Komunikasi Buruh Migran<br />
</strong>Aplikasi pesan instan (instant messenger)  seperti Yahoo Messenger, Skype, GoogleTalk, dan Meebo merupakan alat  komunikasi yang murah dan praktis. Aplikasi pesan instant ini sangat  populer di dunia internet karena mampu menjembatani komunikasi lintas  negara dan benua. Berbekal koneksi internet berpita rendah sekalipun  (low bandwith), aplikasi ini dapat digunakan.</p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/kajian/tahun/2010/bulan/08/tanggal/16/1033/penggunaan-aplikasi-pesan-instan-untuk-komunikasi-buruh-migran.html" target="_blank">Pesan Instan Alat Komunikasi Buruh Migran</a><br />
<strong><br />
18. Kesalahan-kesalahan Penanganan Buruh Migran Indonesia</strong><br />
Banyak tindakan yang telah diberikan pemerintah  maupun lembaga swadaya masyarakat untuk mengatasi masalah buruh migran.  Ada yang membawa hasil baik, namun sebagian besar masih gagal. Hingga  kini sektor buruh migran masih dihantui monster kekerasan, penipuan, dan  pelecehan seksual. Mengapa demikian?</p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://buruhmigran.or.id/kajian/tahun/2010/bulan/08/tanggal/16/1031/kesalahan-kesalahan-penanganan-buruh-migran-di-indonesia.html" target="_blank">Kesalahan-Kesalahan Penanganan Buruh Migran di Indonesia</a></p>
<p>Hormat Kami</p>
<p>Fika Murdiana Rachman<br />
Pengelola</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Pusat Sumberdaya Buruh Migran<br />
</strong><strong><br />
d/a Infest Yogyakarta</strong><br />
Jl. Veteran Gg. Janur Kuning No. 11 A Pandean Umbulharjo Yogyakarta 55161<br />
Telp/Fax: 0274-372378<br />
email: <a href="mailto:redaksi@buruhmigran.or.id" target="_blank">redaksi@buruhmigran.or.id</a> website: <a href="http://buruhmigran.or.id/" target="_blank">http://buruhmigran.or.id</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<strong>Tentang Pusat Sumberdaya Buruh Migran<br />
</strong></p>
<div>
<p>Pusat Sumber Daya Buruh Migran <em>(Migrant Worker Resource Centre)</em> merupakan program dukungan informasi dan komunikasi untuk peningkatan  mutu calon atau tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.  Program dukungan ini memungkinkan para buruh migran saling berkomunikasi  dan bertukar informasi dengan sesama buruh migran, keluarga, organisasi  nonpemerintah, dan lembaga-lembaga pemerintah.</p>
<p>Portal ini merupakan sistem pengelolaan informasi dikelola oleh 14  Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnettik di seluruh Indonesia. Portal  merupakan sarana untuk mengarusutamakan isu-isu buruh migran dengan cara  padang yang memberdayakan. Jaringan PTK Mahnettik tersebar di:</p>
<p>1. PTK Mahnettik Cirebon<br />
2. PTK Mahnettik Sukabumi<br />
3. PTK Mahnettik Cianjur<br />
4. PTK Mahnettik Malang<br />
5. PTK Mahnettik Blitar<br />
6. PTK Mahnettik Kulonprogo<br />
7. PTK Mahnettik Banyumas<br />
8. PTK Mahnettik Cilacap<br />
9. PTK Mahnettik Lombok Barat<br />
10. PTK Mahnettik Lombok Tengah<br />
11. PTK Mahnettik Lombok Timur<br />
12. PTK Mahnettik Sumbawa<br />
13. PTK Mahnettik Flores Timur</p>
<p>Buruh Migran Indonesia tersebar di pelbagai negara dengan jenis  perlindungan hukum yang tidak jelas. Sejumlah kasus kekerasan yang  berujung pada gangguan psikis, cidera fisik, dan kematian berlangsung  begitu saja tanpa adanya perlindungan yang memadai dari pemerintah.</p>
<p>Buruh Migran Indonesia melihat banyak keterbatasan yanng dimiliki  oleh oleh buruh migran, terkait dengan tatacara pendaftaran paspor,  visi, budaya negara tujuan dan penipuan.</p>
</div>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<strong><br />
Dukung Kami</strong><br />
Anda  dapat terlibat lebih jauh dalam pengelolaan informasi buruh migran dan  dukungan lainnya untuk membantu perbaikan pelayanan dan perlindungan  terhadap buruh migran dengan berkontribusi dalam layanan kami. Info  tersebut tersedia pada Pusat Sumberdaya Online kami di alamat <a href="http://buruhmigran.or.id/" target="_blank">http://buruhmigran.or.id</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Disclaimer</strong><br />
Segala  bentuk tulisan dalam website ini, kecuali dengan catatan lain,  menggunakan lisensi Creative Common (CC). Segala kritik dan saran dapat  dilayangkan melalui surat kepada kami melalui alamat yang tertera.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/09/04/ringkasan-artikel-pusat-sumberdaya-buruh-migran-juli-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Pengalaman Bersama Pegiat Media Komunitas Lampung</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/09/04/berbagi-pengalaman-bersama-pegiat-media-komunitas-lampung/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/09/04/berbagi-pengalaman-bersama-pegiat-media-komunitas-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 11:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[media komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan media masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pewartaan warga]]></category>
		<category><![CDATA[rakom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Ada suasana yang berbeda pada kegiatan tadarus IT (information Technology) di kantor infest pada 29 Agustus 2010. Forum belajar yang diadakan selama bulan ramadhan ini kedatangan tamu, seorang pegiat media komunitas, Rifky Indrawan, Ketua Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL). Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Pegiat infest dan radio komunitas (Rakom) Suara Desa Wonolelo(Sadewo) Bantul untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/09/rifky1.jpg"><img class="size-full wp-image-204 alignleft" title="rifky" src="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/09/rifky1.jpg" alt="" width="134" height="105" /></a>Ada suasana yang berbeda pada kegiatan tadarus IT (information Technology) di kantor infest pada 29 Agustus 2010. Forum belajar yang diadakan selama bulan ramadhan ini kedatangan tamu, seorang pegiat media komunitas, Rifky Indrawan, Ketua Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL). Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Pegiat infest dan radio komunitas (Rakom) Suara Desa Wonolelo(Sadewo) Bantul untuk bertanya banyak hal tentang pengelolaan media komunitas.<br />
<span id="more-199"></span><br />
Pada awal pembicaraan, Rifky Indrawan yang datang ke Jogja dalam rangka Pertemuan Jaringan Radio Komunitas, menjelaskan pengalaman mengorganisasi sebuah komunitas masyarakat untuk menyuarakan hak-hak mereka melalui radio komunitas.</p>
<p>&#8220;Melalui radio komunitas masyarakat bebas untuk menyuarakan apapun,&#8221; tuturnya. Disampaikan pula setiap kelompok di Lampung menyuarakan isu yang berbeda-beda dan radio komunitaslah yang harus berperan, setidaknya menjadi pengungkit untuk menggeser batu besar. Begitu istilah Rifky Indrawan untuk mengatakan rakom harus membuktikan diri mampu menjadi bagian dari solusi dalam permasalahan sosial di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Melalui radio komunitas, masyarakat di Lampung lebih mudah menerima sebuah gagasan, intinya, radio kita jadikan sebagai perantara atau jembatan untuk mengungkit sesuatu. Itulah konsep media yg saya tawarkan kepada teman-teman di Lampung,&#8221; tutur Rifky, lelaki yang juga menjadi pegiat radio Suara KOta 107.7FM Lampung.</p>
<p>Setelah Rifky berkisah tentang pengorganisiran rakom di Lampung, kemudian pegiat radio komumitas Sadewo FM bergantian berkisah tentang pengalaman Sadewo FM selama di lapangan.</p>
<p>Misbah Musthofa, ketua Sadewo FM, menjelaskan tentang upaya Sadewo FM mengelola informasi dan pengetahuan desa. Sadewo FM berupaya menginformasikan pengetahuan, menjembatani masyarakat wonolelo untuk berbagi pengetahuan, dan menyuarakan data aktual di desa Wonolelo.</p>
<p>&#8220;kegiatan Mengenal Desa Sendiri (MDS) merupakan rangkaian aktivitas untuk menginformasikan semua hal yg terkait dengan sumber daya, peristiwa, sejarah, pengetahun lain yg tersembunyi, dan kearifan lokal. Bagi saya, ini merupakan proyek idealis teman-teman di Wonolelo. di sana, radio komunitas didorong menjadi sumber pengetahun masyarakat&#8221; ujar Misbah, dilanjutkan dengan penjelasannya yang panjang tentang MDS.</p>
<p>Forum belajar informal yang diadakan infest ini berlangsung hingga larut malam, dari diskusi dengan tema diatas, hingga berbagi file repositori untuk pengelolaan perangkat lunak bebas dan berbasis sumber terbuka (open source). Sekadar informasi Rifky Indrawan merupakan pegiat open source yang sangat gigih di Lampungrus melakukan kerja sosial untuk melepas ketergantungan masyarakat Lampung pada piranti lunak berbayar.(fath)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/09/04/berbagi-pengalaman-bersama-pegiat-media-komunitas-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tadarus Pengetahuan: Infest dan Forum Warga Bantul</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/08/21/tadarus-pengetahuan-infest-dan-forum-warga-bantul/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/08/21/tadarus-pengetahuan-infest-dan-forum-warga-bantul/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 14:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu sore (21/8) pukul 15.30 Wib. Infest kedatangan Forum Warga Bantul. Acara ngabuburit tersebut adalah bagian dari Program Tadarus Informasi Teknologi (TIT) yang diadakan oleh Infest Yogyakarta selama Ramadhan. Di sela-sela obrolan menjelang berbuka puasa teman-teman dari Wonolelo, Bantul, banyak bercerita tentang ruwetnya informasi yang selama ini diterima oleh masyarakat lokal. Keruwetan itu terutama terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu sore (21/8) pukul 15.30 Wib. Infest kedatangan Forum Warga Bantul. Acara ngabuburit tersebut adalah bagian dari Program Tadarus Informasi Teknologi (TIT) yang diadakan oleh Infest Yogyakarta selama Ramadhan. Di sela-sela obrolan menjelang berbuka puasa teman-teman dari Wonolelo, Bantul, banyak bercerita tentang ruwetnya informasi yang selama ini diterima oleh masyarakat lokal. Keruwetan itu terutama terjadi akibat tertutupnya akses informasi yang diberikan oleh pemerintah setempat.</p>
<p><span id="more-190"></span>Wawan sebagai Koordinator pengelolaan informasi dari Forum Warga Bantul menuturkan bahwa informasi yang diterima di masyarakat adalah informasi yang tidak menyentuh persoalan bersama, bahkan ada sebagian proyek yang sengaja ditutupi oleh instansi tertentu, seperti program mitigasi gempa yang sampai detik ini tidak jelas anggaran pengeluarannya.</p>
<p>&#8220;Tadarus Pengetahuan ini memang di khususkan untuk memperbincangkan sekian hal dalam rangka menjembatani warga melalui pengarusutamaan informasi&#8221; ungkap Misbah yang juga hadir dalam acara tersebut.</p>
<p>Dwi yang juga memfasilitasi acara tersebut mengatakan bahwa acara ini adalah langkah awal untuk memulai program pengembangan masyarakat lokal di 3 wilayah, Pleret, Pajangan, dan Imogiri. &#8220;Salah satu program pengarusutamaan informasi warga itu adalah melalui jurnalisme warga,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/08/21/tadarus-pengetahuan-infest-dan-forum-warga-bantul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infest Gelar Tadarus Informasi Teknologi selama Ramadhan</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/08/19/infest-gelar-tadarus-informasi-teknologi-selama-ramadhan/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/08/19/infest-gelar-tadarus-informasi-teknologi-selama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 18:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[infest]]></category>
		<category><![CDATA[infest yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Tadarus Informasi Teknologi (TIT) adalah kegiatan belajar bersama  untuk penguatan kemampuan dan pengetahuan para pegiat Infest Yogyakarta.  TIT berlangsung mulai 11-27 Agustus 2010 bertempat di Kantor infest,  Jalan Veteran Gg. Janur Kuning Nomor 11A, Umbulharjo, Yogyakarta.
Kata “tadarus” diadopsi dari bahasa Arab yang secara harfiah bermakna  saling belajar. Selama ini kata tadarus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/08/img_0577.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-186" title="img_0577" src="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/08/img_0577-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tadarus Informasi Teknologi (TIT) adalah kegiatan belajar bersama  untuk penguatan kemampuan dan pengetahuan para pegiat Infest Yogyakarta.  TIT berlangsung mulai 11-27 Agustus 2010 bertempat di Kantor infest,  Jalan Veteran Gg. Janur Kuning Nomor 11A, Umbulharjo, Yogyakarta.<span id="more-184"></span></p>
<p>Kata “tadarus” diadopsi dari bahasa Arab yang secara harfiah bermakna  saling belajar. Selama ini kata tadarus lekat dengan kegiatan membaca  al-Qur’an, padahal tadarus al-Qur’an adalah proses saling belajar,  memahami, menyimak dan mengkoreksi pembacaan al-Qur’an. Semangat itulah  yang diambil Infest Yogyakarta untuk mengadakan kegiatan belajar bersama  teknologi informasi.</p>
<p>TIT merupakan rangkaian kegiatan untuk mempersiapkan program kerja  lembaga, seperti Pengelolaan Informasi Buruh Migran, Saluran Informasi  Pesantren dan Pesantren Goes Open Source, dan Saluran Informasi Warga.  Hal ini disampaikan oleh Direktur Infest, Muhammad Irsyadul Ibad (27).  TIT adalah program khusus yang dikembangkan selama Ramadhan untuk  peningkatan mutu kerja-kerja kelembagaan.</p>
<p>“Ramadhan ini kita banyak diingatkan untuk saling berbagi,” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/08/19/infest-gelar-tadarus-informasi-teknologi-selama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesantren Harus Konsisten Berdayakan Masyarakat</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/08/18/pesantren-harus-konsisten-berdayakan-masyarakat-2/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/08/18/pesantren-harus-konsisten-berdayakan-masyarakat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 16:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[infest yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Pesantren merupakan tempat warga memperkuat diri. Pesantren menjadi ruang bagi masyarakat yang terpinggirkan untuk mengadu. Dulu, khasanah ilmu di pesantren kaya dengan wacana kemasyarakatan. Sayang, akhir-akhir ini dunia pesantren mulai bergeser ke politik praktis dan perebutan kekuasaan.

Demikian dikatakan oleh Kiai Moh. Marzuqi dalam acara dialog dengan mahasiswa Jurusan Ilmu Perbandingan Agama (Usuludin) Institut Studi Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://suaraislam.net/wp-content/uploads/2010/04/moh2aa-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">pesantren</p></div>
<p>Pesantren merupakan tempat warga memperkuat diri. Pesantren menjadi ruang bagi masyarakat yang terpinggirkan untuk mengadu. Dulu, khasanah ilmu di pesantren kaya dengan wacana kemasyarakatan. Sayang, akhir-akhir ini dunia pesantren mulai bergeser ke politik praktis dan perebutan kekuasaan.<br />
<span id="more-166"></span><br />
Demikian dikatakan oleh Kiai Moh. Marzuqi dalam acara dialog dengan mahasiswa Jurusan Ilmu Perbandingan Agama (Usuludin) Institut Studi Islam Darussalam-Gontor di Pesantren At-Tauhid Al Islamy, Kapuhan, Sawangan, Magelang (30/4). Marzuqi mencontohkan tindakan Kiai Abdul Aziz, pengasuh Pesantren At-Tauhid Al Islamy, yang membela warga sekitar candi Borobudur yang digusur pada 1986. Saat itu kekuasaan Orde Baru sedang kuat-kuatnya, tapi Kiai Aziz memilih membela warga tergusur dibanding dekat dengan penguasa.</p>
<p>Sosok Kiai Aziz, panggilan akrab Kiai Abdul Aziz, memang tepat dijadikan profil kiai ideal. Selain mengasuh pesantren, Kiai Aziz juga aktif diorganisasi buruh, petani, budaya, dan dialog antar iman. Gaya hidupnya sederhana dan egaliter. Pesantrennya menjadi tempat bagi warga sekitar untuk belajar banyak hal, seperti mengolah kebun, membuat pupuk, dan lainnya.</p>
<p>“Apa yang dilakukan oleh Kiai Aziz sebenarnya hasil dari renungannya atas ajaran Islam yang ia yakini. Ia merasa terpanggil untuk membela warga yang menjadi korban ketidakadilan dan kesewenang-wenangan,” ujarnya.</p>
<p>Marzuqi menyayangkan banyaknya kiai yang sibuk dengan urusan politik kekuasaan dan melupakan warga yang dilayaninya. Kiai yang menaruh perhatian pada dunia pertanian, peternakan, dan perkebunan makin sedikit. Kemandirian kiai hilang akibat banyaknya alokasi anggaran yang disediakan penguasa. Lalu, Kiai berada di menara gading dan tidak peduli dengan masalah-masalah yang dihadapi warganya.</p>
<p>“Tak sedikit kiai yang kehilangan wibawanya. Sekarang saatnya kita menilik ulang konsep pesantren dan kiai. Kiai harus kembali menjadi pelayan warga. Bersama warga, ia merancang kegiatan konsep pemberdayaan masyarakat,” lanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/08/18/pesantren-harus-konsisten-berdayakan-masyarakat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jurnalisme Warga Berkibar di Cebongan Lor</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/08/15/jurnalisme-warga-berkibar-di-cebongan-lor/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/08/15/jurnalisme-warga-berkibar-di-cebongan-lor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 13:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa kali memfasilitasi pelatihan jurnalisme warga di beberapa titik di Bantul, kali ini Infest diundang oleh tim KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memfasilitasi pelatihan jurnalisme warga di Dusun Cebongan Lor, Desa Tlogodadi Mlati Sleman Yogyakarta (15/8/2010). Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 10 pemuda-pemudi dusun Cebongan yang akan mengelola informasi di dusunnya.
Pelatihan diawali dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Setelah beberapa kali memfasilitasi pelatihan jurnalisme warga di beberapa titik di Bantul, kali ini Infest diundang oleh tim KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memfasilitasi pelatihan jurnalisme warga di Dusun Cebongan Lor, Desa Tlogodadi Mlati Sleman Yogyakarta (15/8/2010). Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 10 pemuda-pemudi dusun Cebongan yang akan mengelola informasi di dusunnya.</p>
<p>Pelatihan diawali dengan Mengenal desa Sendiri (MDS) dengan memetakan potensi dan tantangan di dusun Cebongan dan mengindentifikasi serpihan-serpihan informasi yang bertebaran di sekitar dusun Cebongan Lor.  Selanjutnya informasi tersebut dijadikan bahan berita yang akan diunggah di portal yang telah mereka kelola, www.cebonganlor.com.</p>
<p>Jurnalisme warga merupakan jalan alternatif untuk menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan oleh warganya selain melalui pewartaan media mainstream yang ada. Dengan begitu semangat untuk berbagi dan peluang saling belajar terbuka lebar bagi siapapun, tidak harus orang yang menyandang status wartawan. &#8220;saatnya warga membicarakan bukan dibicarakan&#8221; tukas Fathullah (23), fasilitator dalam pelatihan ini.</p>
<p>Tindak lanjut dari Pelatihan ini, pemuda-pemudi dusun Cebongan Lor berniat untuk mewujudkan angan-angan mereka yang belum sempat terwujud, yaitu menelusuri sejarah Mbah Cebongan. Leluhur Dusun Cebongan yang kini menjadi nama kampung mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/08/15/jurnalisme-warga-berkibar-di-cebongan-lor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infest Ramaikan Pameran Jagongan   Media Rakyat</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/07/31/infest-ramaikan-pameran-jagongan-media-rakyat/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/07/31/infest-ramaikan-pameran-jagongan-media-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 13:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Mulai 22-25 juni 2010 kemaren, Stand Infest ikut memeriahkan pameran di JMR (Jagongan Media Rakyat) yang bertempat di Jogja National Museum. JMR sendiri diselenggarakan oleh Combine Resource center untuk menjembatani pengembangan dan pertukaran informasi antar media rakyat yang ada dengan mengangkat jargon 3B yaitu &#8220;berkumpul, berbagi dan bergerak&#8221;.
Sebagai pengelola pusat sumberdaya buruh migran, Infest tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/07/DSCN5981.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-146" title="DSCN5981" src="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/07/DSCN5981-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Mulai 22-25 juni 2010 kemaren, Stand Infest ikut memeriahkan pameran di JMR (Jagongan Media Rakyat) yang bertempat di Jogja National Museum. JMR sendiri diselenggarakan oleh Combine Resource center untuk menjembatani pengembangan dan pertukaran informasi antar media rakyat yang ada dengan mengangkat jargon 3B yaitu &#8220;berkumpul, berbagi dan bergerak&#8221;.<span id="more-145"></span></p>
<p>Sebagai pengelola pusat sumberdaya buruh migran, Infest tidak sendiri dalam stand pameran, turut juga komunitas mantan buruh migran yang tergabung dalam Seruni-Banyumas, PTK Mahnetik Sukabumi dan Cilacap. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari kerajinan anyaman bambu, kerajinan hasil daur ulang, camilan dan produk fermentasi pakan ternak. Kesemuanya rata-rata diproduksi oleh mantan buruh migran yang ada di 3 kota.</p>
<p>&#8220;inspiratif&#8221; komentar salah satu pengunjung stand dalam pameran kali ini. Setidaknya melalui produksi berbagai kerajinan, mantan buruh migran tidak perlu lagi berangkat ke negeri asing yang tak tentu nasibnya. Melalui produksi kerajinan, perekonomian buruh migran terbedayakan.</p>
<p>Singkatnya, keberadaan stand infest bersama Seruni-PTK Maahnetik Sukabumi dan Cilacap di JMR menjadi ajang pertukaran iformasi dan pengarusutamaan isu yang dihadapi oleh buruh Migran Indonesia dan pengelolaan informasi kedepan yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/07/31/infest-ramaikan-pameran-jagongan-media-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Pengelolaan Informasi Pesantren di Tengah Arus Radikalisasi Agama dan Peluncuran Portal SuaraIslam.net</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/07/14/diskusi-pengelolaan-informasi-pesantren-di-tengah-arus-radikalisasi-agama-dan-peluncuran-portal-suaraislam-net/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/07/14/diskusi-pengelolaan-informasi-pesantren-di-tengah-arus-radikalisasi-agama-dan-peluncuran-portal-suaraislam-net/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 10:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[
Diskusi &#8220;Pengelolaan Informasi Pesantren di Tengah Arus Radikalisasi Agama&#8221;
dan Peluncuran Portal SuaraIslam.net
Penyelenggara: Infest Yogyakarta
Kontak Person : Osman M, Aly (081227883654)
Pembicara :
1. Nur Khalik Ridwan (Penulis Trilogi Wahabisme)
2. KH. Jazilus Sakho&#8217;, M.A (Salah Satu Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran)
3. Muhammad Irsyadul Ibad, Sy (Direktur infest Yogyakarta)
Penyebaran radikalisme agama  kini telah merambah ke arah penggunaan media yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/07/png.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-140" title="png" src="http://infest.or.id/wp-content/uploads/2010/07/png-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Diskusi &#8220;Pengelolaan Informasi Pesantren di Tengah Arus Radikalisasi Agama&#8221;<br />
dan Peluncuran Portal SuaraIslam.net</p>
<p>Penyelenggara: Infest Yogyakarta<br />
Kontak Person : Osman M, Aly (081227883654)<br />
Pembicara :<br />
1. Nur Khalik Ridwan (Penulis Trilogi Wahabisme)<br />
2. KH. Jazilus Sakho&#8217;, M.A (Salah Satu Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran)<br />
3. Muhammad Irsyadul Ibad, Sy (Direktur infest Yogyakarta)</p>
<p>Penyebaran radikalisme agama  kini telah merambah ke arah penggunaan media yang massif. sebagai contoh, cobalah mencari kata kunci tertentu, seperti jihad, menggunakan mesin pencari di internet! Dengan mudah Anda akan memperoleh penjelasan kata tersebut dari perspektif Muslim radikal. Ragam dan kuantitas ketersediaan informasi yang dikelola oleh kelompok radikal menunjukkan tingkat literasi dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya penggunaan media untuk propaganda pada kelompok ini. <span id="more-141"></span></p>
<p>Pada lain sisi, kelompok muslim moderat yang direpresentasikan oleh pesantren selalu mengalami hambatan dalam pengelolaan informasi. kekayaan khazanah Islam yang dikelola dan dimiliki pesantren kurang memiliki ruang untuk dapat disebarluaskan dengan keterbatasan kapasitas pesantren.</p>
<p>Sejak tahun 2010, infest meluncurkan sebuah portal komunitas dengan alamat http://suaraislam.net sebagai saluran informasi dunia islam untuk mengimbangi pengelolaan informasi yang disediakan oleh beberapa gerakan Muslim radikal. Portal berbasis komunitas ini akan diisi oleh kontributor-kontributor yang berasal dari jaringan pesantren.</p>
<p>Diskusi akan diarahkan untuk memperbincangkan tantangan radikalisme agama terhada proses demokratisasi Indonesia, peluang pesantren untuk ambil bagian dalam kampanye Islam moderat, serta peluncuran portal komunitas Suaraislam.net.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/07/14/diskusi-pengelolaan-informasi-pesantren-di-tengah-arus-radikalisasi-agama-dan-peluncuran-portal-suaraislam-net/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbincangkan Demokrasi, Infest Gelar Seminar Demokrasi dan Politik Kewarganegaraan</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/07/11/perbincangkan-demokrasi-infest-gelar-seminar-demokrasi-dan-politik-kewarganegaraan/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/07/11/perbincangkan-demokrasi-infest-gelar-seminar-demokrasi-dan-politik-kewarganegaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 17:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Demokratisasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai upaya menggairahkan kembali diskusi demokrasi di tengah kondisi bangsa yang carut-marut, Infest berkerjasama dengan organisasi pemuda ANSOR mengadakan Seminar dengan tema &#8220;Demokrasi dan Politik Kewarganegaraan&#8221; 26 Juni 2010 di Hotel Matahari Jalan Parangtritis Jogjakarta. 
Pada kesempatan ini Infest mengundang berbagai organisasi kemasyarakatan, LSM, aktivis pemuda dan organisasi mahasiswa daerah untuk menjadi peserta seminar. Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai upaya menggairahkan kembali diskusi demokrasi di tengah kondisi bangsa yang carut-marut, Infest berkerjasama dengan organisasi pemuda ANSOR mengadakan Seminar dengan tema &#8220;Demokrasi dan Politik Kewarganegaraan&#8221; 26 Juni 2010 di Hotel Matahari Jalan Parangtritis Jogjakarta. <span id="more-136"></span></p>
<p>Pada kesempatan ini Infest mengundang berbagai organisasi kemasyarakatan, LSM, aktivis pemuda dan organisasi mahasiswa daerah untuk menjadi peserta seminar. Pada Seminar ini hadir sebagai pembicara, AA GN Ari Dwipayana (dosen Fisipol UGM), A Malik Haramain (Anggota Komisi II DPR RI), M. Si, Bagus Sarwono (LOD DIY).</p>
<p>Di sesi pertama AA GN Ari Dwipayana memulai perbincangan seputar akar demokrasi Indonesia, disampaikan upaya luarbiasa dari pendiri bangsa Indonesia lewat kritik idiologis dan pemaknaan ulang atas demokrasi barat. &#8220;Persoalan Demokrasi yang diterima dalam kerangka kerakyatan, menjadi semangat jaman yang hadir di pelbagai gelombang dunia. Ibarat air bah, Penerimaan terhadap faham demokrasi harus diikuti juga melalui kritik ideologis, inilah upaya luarbiasa yang juga dilakukan pendiri bangsa ini&#8221; tutur AA GN Ari Dwipayana. Menerima faham demokrasi yang dibayangkan bukan hanya menjadi ekspresi kebebasan, namun harus menjadi modal kerakyatan, kesejahteraan dan keadilan sosial. Sehingga kesenjangan yang terjadi tidak terlalu lebar.</p>
<p>Maka demokrasi yang dibangun oleh pendiri bangsa adalah sejauhmana demokrasi berdampak pada kualitas hidup masyarakat Indonesia.   Ada pengamatan menarik yang dilakukan AA GN Ari Dwipayana, demokrasi Indonesia saat ini masih terlalu didasarkan pada pemilihan dan mulai melemahkan prinsip perwakilan. hal ini membuat kebijakan seringkali hanya didasarkan pada voting. Sedangkan prinsip dasar perwakilan sendiri kehilangan subtansi perwakilan dan menjadi sekadar perwalian.</p>
<p>Menambahkan penjelasan AA GN Ari Dwipayana, Anggota Komisi II DPR RI A Malik Haramain, mengatakan salah satu masalah perwakilan kita adalah masalah kopentensi. Bukan rahasia, gedung DPR RI kita saat ini banyak diisi pejabat dengan latar belakang pendidikan sekadarnya (SMP dan SMA) dan pejabat dari kalangan Artis/dunia hiburan. disisi lain pendidikan yang dilakukan oleh partai politik tidak pernah berjalan maksimal.</p>
<p>Sebelum memasuki sesi pertanyaan dari peserta seminar, perwakilan dari Lembaga Ombudsman Daerah Provinsi DIY (LOD DIY) Bagus Sarwono, menjelaskan banyak hal tentang peran Lembaga Ombudsman Daerah untuk melakukan pengawasan dan mediasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik oleh pemerintah daerah. Menjebatani berbagai pengaduan seputar mal administrasi dalam pelayanan publik, dan bagaimana proses pelaporan dilakukan hingga tahap advokasi.  Berbagai pertanyaan diajukan peserta pada pembicara dari persoalan sistem tatanegara Indonesia hingga kritik pada pejabat pemerintah.</p>
<p>Seminar ini berakhir pada pukul 13.00 WIB. Diskusi selama tiga jam lebih cukup menjadi bahan refleksi bagi pesarta seminar tentang permasalahan disekitar demokrasi yang terjadi di Indonesia. (fath)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/07/11/perbincangkan-demokrasi-infest-gelar-seminar-demokrasi-dan-politik-kewarganegaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampanye Isu Buruh Migran Pada Pengelola Media Rakyat</title>
		<link>http://infest.or.id/2010/07/09/kampanye-isu-buruh-migran-pada-pengelola-media-rakyat/</link>
		<comments>http://infest.or.id/2010/07/09/kampanye-isu-buruh-migran-pada-pengelola-media-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 06:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infest.or.id/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan Jagongan Media Rakyat pada 22-25 Juli 2010 yang diselenggarakan oleh Combine Resource Institution (CRI) akan ikut dimeriahkan oleh pegiat Pusat Teknologi Komunitas (PTK) dari jaringan Rumah Internet untuk TKI (Mahnetik) dan infest Yogyakarta selaku pengembang dan pengelola pusat sumberday online (http://buruhmigran.or.id). Perwakilan PTK-PTK akan menggelar diskusi bertajuk “Penanganan Buruh Migran Melalui Pengemasan Informasi”. Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://buruhmigran.or.id/wp-content/uploads/2010/07/JMR.gif" alt="" width="173" height="158" />Kegiatan Jagongan Media Rakyat pada 22-25 Juli 2010 yang diselenggarakan oleh Combine Resource Institution (CRI) akan ikut dimeriahkan oleh pegiat Pusat Teknologi Komunitas (PTK) dari jaringan Rumah Internet untuk TKI (Mahnetik) dan infest Yogyakarta selaku pengembang dan pengelola pusat sumberday online (<a href="http://buruhmigran.or.id" target="_blank">http://buruhmigran.or.id</a>). Perwakilan PTK-PTK akan menggelar diskusi bertajuk “Penanganan Buruh Migran Melalui Pengemasan Informasi”. Selain untuk mengarusutamakan isu-isu buruh migran kepada pegiat media, diskusi tersebut bertujuan untuk membagi pengalaman panangan buruh migran melalui pengelolaan informasi. <span id="more-132"></span></p>
<p>Kegiatan tersebut akan dimeriahkan pula dengan video conference dengan beberapa buruh migran yang berada di luar negeri. Buku berjudul 17 Kisah Buruh Migran akan turut dibedah di sela kegiatan tersebut. Beberapa pegiat PTK dari Cilacap, Banyumas dan Sukabumi.</p>
<p>Di sela-sela kegiatan yang bertempat di Jogja Nasional Musium tersebut, PTK-PTK Mahnetik juga berkesempatan untuk memamerkan pelbagai produk dan karya yang dihasilkan oleh komunitas buruh migran di masing-masing daerah, seperti produk pertanian komunitas Semerlang Cilacap dan produk kerajinan tangan  komunitas Seruni Banyumas.</p>
<p>Kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik keterlibatan lebih luas dari pegiat media komunitas terhadap isu-isu buruh migran. Bagi pegiat PTK, kegiatan diharapkan mampu memperluas jaringan dan pengalaman lain seputar pengelolaan media komunitas. Beragam diskusi dan workshop yang digelar selama perhelatan tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan dan kapasitas pengelola PTK Mahnetik (Ibad).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infest.or.id/2010/07/09/kampanye-isu-buruh-migran-pada-pengelola-media-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
